Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat.” (Keluaran 20:8).
Hanya inilah hukum yang di dahului perkataan "Ingatlah”. Ketika Allah memberikan hari sabat Dia mengetahui nilainya dan Dia juga tahu itu tidak akan di hormati banyak orang. Dia tahu bagaimana setan berusaha sekuat tenaga memimpin manusia untuk melupakan hari sabat. Dia tahu bahwa manusia pada waktu yang tertentu akan melalaikan kewajiban yang mengikat dari hukum itu. Karena alasan inilah Allah menarik perhatian istimewa kepada hukum ini dan didesak oleh penggunaan kata ”ingatlah” supaya disimpan dalam pikiran. Itu bukanlah untuk di lupakan.
Alasan yang diberikan Allah dalam hukum untuk memelihara hari sabat ialah teladan Allah. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu;…Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi,…dan Ia berhenti pada hari ketujuh (Keluaran 20:9-11).
Hukum itu tidak berakhir dengan perintah, "Enam hari lamanya engkau akan bekerja” Tetapi ia teruskan dan dikatakan “dan melakukan segala pekerjaanmu .” (kel 20:9) Melakukan pekerjaan kita dalam enam hari akan senantiasa membuat hari sabat tersedia untuk perhentian dan berhubungan dengan Allah.
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku, apabila engkau menyebutkan hari sabat hari kenikmatan dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia”, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjaiankan segala acaramu dan tidak mengurus urusanmu atau bekata omong-kosong (“Yesaya 58:13).
Hari sabat Allah adalah suci. Jangan kita menginjak-injaknya. Kita tidak boleh melakukan kesenangan kita pada hari sabat, dan kita juga jangan melupakan hari sabat.
Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat (Kel 20:8). Penghentian dari pekerjaan yang menguntungkan diperintahkan tetapi ini tidak semua. Hari itu harus di sucikan. Manusia harus berhenti “dari segala pekerjaannya sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.” (Ibrani 4:10). Apabila seorang berhenti dari pekerjaannya sendiri dia akan berhenti dari dosa. Hanya orang semacam itu yang dapat memelihara hari sabat seperti yang di harapkan Allah.
Pemeliharaan hari sabat lebih dari pemeliharaan satu hari semata-mata; itu adalah menghidupkan suatu kehidupan untuk Allah. Allah menyuruh kita untuk memelihara hari sabat bagi Dia; untuk berhenti dari dosa; untuk melakukanya mana yang baik; bertemu untuk kebaktian dan untuk mengikuti teladan yesus dengan melakukan kebaikan. Berhenti dari pekerjaan sendiri dan masuk ke dalam perhentian Allah. Betapa mendatangkan suatu berkat pemeliharaan hari sabat yang demikian !!!
Ajakan
Marilah kita memelihara hari sabat sepeti Allah juga memelihara ,sehingga kita boleh mendapatkan tiga berkat sabat yang Allah berikan yaitu: Ia berhenti ,memberkati dan menuduskan ….
Tuhan memberkati kita semua, Amin.
Penulis : Noventina Kabak
Hanya inilah hukum yang di dahului perkataan "Ingatlah”. Ketika Allah memberikan hari sabat Dia mengetahui nilainya dan Dia juga tahu itu tidak akan di hormati banyak orang. Dia tahu bagaimana setan berusaha sekuat tenaga memimpin manusia untuk melupakan hari sabat. Dia tahu bahwa manusia pada waktu yang tertentu akan melalaikan kewajiban yang mengikat dari hukum itu. Karena alasan inilah Allah menarik perhatian istimewa kepada hukum ini dan didesak oleh penggunaan kata ”ingatlah” supaya disimpan dalam pikiran. Itu bukanlah untuk di lupakan.
Illustrator : James Padgett
Alasan yang diberikan Allah dalam hukum untuk memelihara hari sabat ialah teladan Allah. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu;…Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi,…dan Ia berhenti pada hari ketujuh (Keluaran 20:9-11).
Hukum itu tidak berakhir dengan perintah, "Enam hari lamanya engkau akan bekerja” Tetapi ia teruskan dan dikatakan “dan melakukan segala pekerjaanmu .” (kel 20:9) Melakukan pekerjaan kita dalam enam hari akan senantiasa membuat hari sabat tersedia untuk perhentian dan berhubungan dengan Allah.
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku, apabila engkau menyebutkan hari sabat hari kenikmatan dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia”, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjaiankan segala acaramu dan tidak mengurus urusanmu atau bekata omong-kosong (“Yesaya 58:13).
Hari sabat Allah adalah suci. Jangan kita menginjak-injaknya. Kita tidak boleh melakukan kesenangan kita pada hari sabat, dan kita juga jangan melupakan hari sabat.
Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat (Kel 20:8). Penghentian dari pekerjaan yang menguntungkan diperintahkan tetapi ini tidak semua. Hari itu harus di sucikan. Manusia harus berhenti “dari segala pekerjaannya sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.” (Ibrani 4:10). Apabila seorang berhenti dari pekerjaannya sendiri dia akan berhenti dari dosa. Hanya orang semacam itu yang dapat memelihara hari sabat seperti yang di harapkan Allah.
Pemeliharaan hari sabat lebih dari pemeliharaan satu hari semata-mata; itu adalah menghidupkan suatu kehidupan untuk Allah. Allah menyuruh kita untuk memelihara hari sabat bagi Dia; untuk berhenti dari dosa; untuk melakukanya mana yang baik; bertemu untuk kebaktian dan untuk mengikuti teladan yesus dengan melakukan kebaikan. Berhenti dari pekerjaan sendiri dan masuk ke dalam perhentian Allah. Betapa mendatangkan suatu berkat pemeliharaan hari sabat yang demikian !!!
Ajakan
Marilah kita memelihara hari sabat sepeti Allah juga memelihara ,sehingga kita boleh mendapatkan tiga berkat sabat yang Allah berikan yaitu: Ia berhenti ,memberkati dan menuduskan ….
Tuhan memberkati kita semua, Amin.
Penulis : Noventina Kabak

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar....😊