Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keluarga

Pengendalian Selera Part I

Kegagalan Pengendalian Diri Adalah Dosa Pertama Di taman Eden, Adam dan Hawa memiliki bentuk tubuh yang indah, cantik, simetris dan sempurna. Mereka tidak berdosa, mereka berada dalam keadaan kesehatan yang sempurna. Keadaannya sangat berbeda dengan keadaan umat manusia zaman sekarang! Keindahanpun hilang, kesehatan yang sempurna tidak dikenal. Di mana-mana kita melihat penyakit, cacat dan kelemahan. Hawa yang cantik ditipu oleh ular dengan memakan buah dari satu-satunya pohon yang dilarang Allah untuk dimakan, ataupun dijamah, supaya mereka tidak mati.  Hawa memiliki segala sesuatu demi kebahagiaannya. Dia dikelilingi oleh buah-buahan berbagai jenis. Namun buah larangan itu nampaknya lebih menarik kepadanya daripada buah pohon-pohon lainnya yang ada di taman yang mereka dapat makan dengan bebas. Dia tidak bertarak dalam hal keinginannya. Dia makan bersama suaminya setelah dipengaruhi olehnya, lalu keduanya mendapat kutuk. Bumi ini juga terkutuk karena dosa mereka. Sejak ...

Dosa Adam & Hawa

TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh engkau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah engkau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:16, 17). Namun Alkitab mencatat, setelah Adam dan Hawa memakan buah tersebut mereka tidak langsung mati, malah Adam masih hidup sampai 930 tahun. Tampak jelas bahwa buah tersebut tidak langsung mematikan, di saat mereka memakannya. Bukan seperti buah beracun lainnya yang kalau dimakan bisa mematikan saat itu juga. Pada kesempatan ini penulis tidak membahas tentang “upah dosa” (Roma 6:23) dan “kematian yang kedua” (Wahyu 20:14) secara mendalam dari sudut pandang teologia. Ellen G. White dalam tulisan-tulisannya memang dengan jelas mengatakan, bahwa walaupun Adam dan Hawa tidak langsung mati secara badani, tetapi proses kematian alamiah saat itu sudah berjalan. Tanda pertama yang mereka lihat ialah d...

SEBUAH KECANDUAN BARU

Teknologi diciptakan untuk menghubungkan kita dengan satu sama lain yang sebenarnya menyebabkan lebih kepada pemutusan, terutama dengan orang-orang berusia di bawah 30 tahun. Sebuah penelitian menemukan 87 persen dari milenium orang “mengaku kehilangan percakapan karena mereka terganggu oleh telepon mereka.”  Perempuan adalah pelanggar terburuk yang terus menerus memeriksa jaringan sosial. Sebuah laporan dari Universitas Teknologi Virginia pada tahun 2014 juga menunjukkan bahwa penggunaan ponsel melemahkan interaksi perorangan, mengatakan bahwa “kehadiran teknologi mobile memiliki potensi untuk mengalihkan orang dari pertukaran tatap muka, sehingga bisa menghancurkan karakter dan kedalaman hubungan ini.” Dalam penelitian pada tahun 2013 oleh jurnal Lingkungan dan Perilaku, diperlihatkan bahwa bahkan hanya kehadiran smartphone di tangan seseorang atau terletak di meja mempengaruhi percakapan. “Individu lebih mungkin untuk kehilangan isyarat halus, ekspresi wajah, dan perubah...

10 ALASAN TERBURUK UNTUK MENIKAH

Sebagai seorang psikiater, salah satu situasi yang paling merusak yang saya temui adalah sebuah pernikahan yang tidak sehat dan tidak berfungsi. Meskipun ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap pernikahan yang tertekan dan rusak, salah satu masalah utama adalah gagal untuk menemukan pasangan yang cocok dari awal. Salah satu faktor kegagalan menemukan pasangan hidup yang cocok adalah alasan yang memotivasi seseorang untuk menikah. Selama bertahun-tahun saya telah melihat dan mendengar banyak cerita dan telah mengumpulkan daftar sepuluh alasan teratas untuk TIDAK menikah, alasan-alasan yang telah memotivasi orang untuk menikah, tetapi yang pasti menyebabkan masalah dan tekanan dalam pernikahan. Berikut adalah 10 alasan untuk TIDAK menikah: 1. Karena semua teman-teman Anda akan menikah Alasan ini biasanya menyerang orang-orang di usia dua puluhan, ketika tak lama setelah lulus kuliah mereka berkunjung terlalu banyak ke acara pernikahan, menjadi pelayan pengantin, tetap...