Langsung ke konten utama

Hukum Sabat

Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat.” (Keluaran 20:8).

Hanya inilah hukum yang di dahului perkataan "Ingatlah”. Ketika Allah memberikan hari sabat Dia mengetahui nilainya dan Dia juga tahu itu tidak akan di hormati  banyak orang. Dia tahu bagaimana setan berusaha sekuat tenaga memimpin manusia untuk melupakan hari sabat. Dia tahu bahwa manusia pada waktu yang tertentu akan melalaikan kewajiban yang mengikat dari hukum itu. Karena alasan inilah Allah menarik perhatian istimewa kepada hukum ini dan didesak oleh penggunaan kata ”ingatlah” supaya disimpan dalam pikiran. Itu bukanlah untuk di lupakan.

Illustrator : James Padgett

Alasan yang diberikan Allah dalam hukum untuk memelihara hari sabat ialah teladan Allah. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu;…Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi,…dan Ia berhenti pada hari ketujuh (Keluaran 20:9-11).

Hukum itu tidak berakhir dengan perintah, "Enam hari lamanya engkau akan bekerja” Tetapi ia teruskan dan dikatakan “dan melakukan segala pekerjaanmu .” (kel 20:9) Melakukan pekerjaan kita dalam enam hari akan senantiasa membuat hari sabat tersedia untuk perhentian dan berhubungan dengan Allah.

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku, apabila engkau menyebutkan hari sabat hari kenikmatan dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia”, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjaiankan segala acaramu dan tidak mengurus urusanmu atau bekata omong-kosong (“Yesaya 58:13).

Hari sabat Allah adalah suci. Jangan kita menginjak-injaknya. Kita tidak boleh melakukan kesenangan kita pada hari sabat, dan kita juga jangan melupakan hari sabat.

Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat (Kel 20:8). Penghentian dari pekerjaan yang menguntungkan diperintahkan tetapi ini tidak semua. Hari itu harus di sucikan. Manusia harus berhenti “dari segala pekerjaannya sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.” (Ibrani 4:10). Apabila seorang berhenti dari pekerjaannya sendiri dia akan berhenti dari dosa. Hanya orang semacam itu yang dapat memelihara hari sabat seperti yang di harapkan Allah.

Pemeliharaan hari sabat lebih dari pemeliharaan satu hari semata-mata; itu adalah menghidupkan suatu kehidupan untuk Allah. Allah menyuruh kita untuk memelihara hari sabat bagi  Dia; untuk berhenti dari dosa; untuk melakukanya mana yang baik; bertemu untuk kebaktian dan untuk mengikuti teladan yesus  dengan melakukan kebaikan. Berhenti dari pekerjaan sendiri dan masuk ke dalam perhentian Allah. Betapa mendatangkan suatu berkat pemeliharaan hari sabat yang demikian !!!

Ajakan
Marilah kita memelihara hari sabat sepeti Allah juga memelihara ,sehingga kita boleh mendapatkan tiga berkat sabat yang Allah berikan yaitu: Ia berhenti ,memberkati dan menuduskan ….

Tuhan memberkati kita semua, Amin.

Penulis : Noventina Kabak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab Wahyu : 6 Alasan Penting Kenapa Kita Harus Mempelajari Kitab Wahyu

Untuk apa kita belajar kitab Wahyu? Bukannya kitab itu termeterai? Kitab Wahyu merupakan salah satu kitab yang sulit dalam Alkitab sehingga menimbulkan banyak penafsiran atasnya. [1]  Begitulah anggapan orang-orang terhadap kitab Wahyu. Tapi mari kita pelajari kebenaran Firman Tuhan berikut. Ada 6 alasan penting untuk mempelajari kitab Wahyu: 1. Kitab Wahyu tak pernah termeterai (Wahyu 22:10) . Pertentangan berabad-abad antara Tuhan dan Iblis, termasuk strategi Iblis dan rencana-rencana penipuannya di zaman-akhir, diekspos di kitab Wahyu. Iblis tidak bisa menjerat orang-orang yang tahu mengenai penipuannya sebelum Iblis menjalankan penipuan itu, jadi dia menyebarkan ajaran palsu bahwa kitab Wahyu itu termeterai. 2. Nama kitab Wahyu (dalam bahasa Inggris), “Revelation”, artinya “Penyingkapan”, “Pemberitahuan hal-hal yang rahasia”, “Pengeksposan” -lawan kata dari “rahasia termeterai.” Sejak dulu kitab Wahyu selalu terbuka. 3. Kitab Wahyu adalah buku Tuhan da...